Selasa, 26 Juni 2012


Album Perjalanan d'Masiv

Ada yang unik dari setiap sampul album D’Masiv. Mereka tak pernah menampilkan wajah mereka termasuk di sampul album kedua berjudul Perjalanan yang baru saja dirilis.“Filosofi kita itu ditunjukkan pada saat di album pertama. Bukan kita tidak percaya diri, kita ingin orang suka sama kita bukan karena siapa atau karena kita ganteng, tapi lebih ingin berkarya saja dalam membuat lagu,” papar Rian ditemui di di Hardrock Cafe, Plaza EX, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2009).Judul perjalanan sendiri memiliki arti bahwa selama penggarapan dan pengumpulan materi lagu di dalam album ini merupakan cerita dari perjalanan selama tur dan promosi album pertama dan mini album mereka.“Kita ngerjain pas ada tur kalau perjalanan naik bus. Buat kita, album ini album perjuangan banget. D’Masiv bisa berjalan dengan baik sampai di ujung nanti, ingin jalannya samoa di tempat yang paling indah,” papar Rian.Album perjalanan berbeda dengan album sebelumnya. menurut sang vokalis, di album perjalanan inilah mereka belajar menulis lagu bukan dari sudut pandang sendiri tapi lebih bervariasi dan lebih berwarna.“Bukan karena sedih saja kita membuat lagu, banyak warna di album kita terbaru ini,” tukas Rian
Dibuka dengan lagu Rindu Setengah Mati yang mungkin lebih akrab di telinga ibu-ibu rumah tangga karena dijadikan soundtrack sebuah sinetron, penikmat album kedua d Masiv akan langsung merasakan aura yang mereka perkenalkan di album pertama mereka meski terasa sedikit beda dengan sentuhan piano Kevin Aprilio, pentolan Vierra.
Dalam perjalanan hingga setengah isi CD yang dipenuhi dengan 14 track itu, penilaian kita tentang d Masiv sebagai band dengan nyanyian mellow teman para ABG menangis sendiri di dalam kamar akan tertancap jelas. Jika band Indonesia bisa (dan boleh) dikelompokkan ke dalam kotak-kotak lirik, maka d Masiv di setengah bagian pertama album kedua ini akan sekelompok dengan Kerispatih yang amat lihai membuat lagu sedih dan termehek-mehek.
Namun kesan itu langsung berubah ketika d Masiv menyanyikan Ungkapkan Saja yang rancak dan bersemangat. Rupanya mereka memegang formula 'semakin lama semakin panas' seperti penampilan di atas panggung. Buktinya, dua lagu penutup mereka benar-benar bisa dianggap sebagai penyebar semangat hidup: Menyegarkan dan Jangan Menyerah.
"Demi Tuhan kau sungguh menyegarkan/ membuatku menjadi kecanduan/ Tak ada yang bisa seperti kamu itu/ sungguh." Dan mungkin sepenggal lirik dari track Menyegarkan ini bisa dijadikan kesimpulan dari album kedua band asal Jakarta ini.
Memang, dari segi musikalitas, d Masiv terdengar jauh lebih dewasa. Mereka lebih berani mencampur sedikit sentuhan aliran lain dalam pop progresif mereka seperti funk di track Semakin yang cukup menonjol.
Afterall, d Masiv terasa cukup berhasil menyegarkan dunia musik Indonesia yang entah kapan akan jenuh dengan pop melayu. Semoga saja tak ada lagi serangan 'plagiat alert' pada kelima cowok muda ini. Seperti lagu penutup mereka, Jangan MenyerahPERJALANAN hidup memang tak mudah, jadi "Tetap jalani hidup ini/ melakukan yang terbaik/.../ Jangan menyerah!"
track List :
01. Rindu Setengah Mati
02. Sudahi Perih Ini
03. Apa Salahku
04. Semakin
05. Jangan Pergi
06. Tak Sejalan Lagi
07. Mohon Ampun Aku
08. Ungkapkan Saja
09. Dia Atau Aku
10. Kau Jatuh Cinta Lagi
11. Aku Takluk
12. Menanti Keajaiban
13. Menyegarkan
14. Jangan Menyerah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar